Kaki
Langkah yang besar dimulai dari langkah yang kecil. Memulai untuk melangkah adalah hal yang paling sulit. Tapi, percayalah kita hanya perlu melangkah untuk membuat hal besar.
Saya selalu kagum dengan banyak hal, cerita-cerita perjalanan, keberhasilan seseorang, penaklukan sebuah wilayah, perang hingga perdamaian. Pada berbagai potret yang kutemukan adalah gambar wajah sumringah, gambar jabatan tangan yang erat, semua melukiskan keberhasilan juga keruntuhan. Namun ada satu bagian yang tidak pernah tersentuh yang sebenarnya adalah hal yang terpenting dalam sebuah cerita. Ya, langkah besar yang telah mereka buat dengan langkah kecil yang mereka mulai, dan itu semua dilakukan oleh bagian tubuh yang nyaris tak pernah diekspos dalam potret kejumawaan, beri salam pada kaki.
Kaki-kaki kecil inilah yang membuat peradaban, kaki-kaki kecil inilah yang menuju medan perang, kaki-kaki ini pula yang berhenti lalu menjejakkan perdamaian. Kaki yang membawa kita pergi dan kemudian menemukan jati diri. Berterima kasihlah kepada pemberian Tuhan yang satu ini, kaki seringkali tersakiti. Diingat bila tak sanggup lagi melangkah.
“…berkata kaki kita kemana saja dia melangkah…”
Penggalan bait lagu Chrisye, selalu membuat bergidik, karena dia yang kini bisu, akan berbicara nanti, kemana saja dia pergi, sudahkah dia menjadi bagian dari sebuah perjuangan, pengabdian, pemberian bagi sesama? Sudahkah dia berjalan menapaki jejak-jejak kebesaran-Nya dan berjejak untuk menebarkan kedamaian?
Kaki-kaki kecil ini yang membawa saya pergi ke sekolah menuntut kebahagiaan hakiki. Kaki-kaki kecil ini yang mengantarkan saya menjadi seorang manusia yang menghargai kemanusiaannya. Kaki-kaki kecil ini yang mengajarkan saya arti menghargai dalam perbedaan. Kaki. Terima Kasih.










