Lagi dan Terima Kasih
Tuhan selalu punya rencana untuk makhluknya, siapa sangka cita-cita umur 19 tahun benar-benar kejadian di umur 22 tahun. Ulang tahun yang ke-22 ini tidak akan terlupakan, kalau pada menyangka saat pergantian umur saya di kota ter-seksi sedunia, Paris, sebenarnya saya sudah bergerak ke Brussel. Tapi, inilah hidup, terus bergerak. Toh, meskipun terpaut jarak kurang lebih 12 ribu km dengan rumah, semuanya terasa dekat, doa-doanya, harapan-harapannya, saya yakin Tuhan mendengarnya.
Selagi saya masih memegang konsep merenung setiap pergantian umur, saya tetap melakukannya meskipun di tengah kamar tidur dengan 10 penghuni dari berbagai negara, tapi masih bisa saya rasakan, karunia Tuhan selama 22 tahun ini, tak ternilai. Yeun menyanyikan lagu happy birthday dengan bahasa Korea, sms tengah malam papap dan mamam, padahal saya tahu harusnya sudah pagi buta di sana. Tidak ada selebrasi keesokan harinya, semua berjalan biasa dan biasa saja, sebagai pelancong dengan dana terbatas banyak hal yang harus kami lakukan dengan berjalan kaki dan momen ulang tahun jadi sangat biasa.
Sekali lagi terima kasih, Ratih yang telah susah payah membuat satu postingan sendiri untuk manky, terima kasih untuk semua pengisi common room saya dengan segala cerita yang telah mengisi 22 tahun manky. Tanpa kalian cerita ini tak akan tergambarkan seindah ini. Semoga seluruh kontemplasi panjang ini akan berujung pada keutuhan pribadi yang tak pudar oleh zaman. Selamat malam teman. Kanal malam ini cantik, secantik doa-doa yang kalian panjatkan.










